hadits dari ummu athiyah tentang menutup aurat
Diabernama Su'airah al-Asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu Zufar radhiyallahu'anha. Walau para ahli sejarah tak menulis perjalanan kehidupannya secara rinci, karena hampir semua kitab-kitab sejarah hanya mencantumkan sebuah hadis dalam biografinya. Su'airah al-Asadiyyah berasal dari Habsyah atau yang dikenal sekarang ini dengan Ethiopia.
Menutupaurat adalah salah satu kewajiban bagi setiap Muslimah. Tidak hanya dalam menunjukkan diri sebagai pribadi yang taat, menutup aurat juga seiring dengan prinsip kesucian serta menjaga diri dari perilaku buruk. Jadi, berbicara tentang menutup aurat, bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban agama semata, namun juga menjaga kehormatan diri dan menjaga kesucian serta kesejukan hati. Apa
Nabiberkata: Pakaikan kain itu pada tubuhnya. Ummu Athiyah menghendaki sarung Nabi. " ( Al Bukhary 23: 8; Muslim 11: 12; Al Lulu-u wal Marjan 1: 213-214 ). Begitu juga dengan Hadits dari Ummu Athiyah Al Anshariyah ra. berkata: "Rasulullah masuk ke tempat kami, saat kami sedang memandikan seorang putrinya.
Ketikaputrinya meninggal, Rasulullah memerintahkan Ummu Athiyyah untuk memandikan putrinya itu, dengan membasuh dalam jumlah ganjil 3, 5 atau lebih. Kemudian Rasul juga memerintahkan untuk memandikan jenazah dengan air yang dicampur daun bidara, basuhan terakhir dicampur dengan kapur barus. Selain itu, bentuk perjuangan Ummu Athiyyah terhadap
Beliaumengatakan, "Ketahuilah, bahwa ada banyak sekali hukum fikih yang terlahir berdasarkan kaidah al-Dhararu Yuzal ()الضرر يزال."3 2 QS. Al-Hajj [22]: 78 3 As-Suyuthi. Al-Asybah wa al-Nadhair. Hal 84 muka | daftar isi Halaman 8 dari 35 B. Sumber Pembentukan Kaidah 1. Al-Qur'an a.
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay.
hadits dari ummu athiyah tentang menutup aurat